SAATNYA PEKERJA PEDALAMAN BANGKIT
Sebuah perusahaan besar yang
memiliki laba lebih dari satu Milyar Rupiah sudah pasti memiki managemen dalam
perusahaannya, karena tanpa managemen roda perusahaan akan kacau dan
berantakan, tanpa managemen kemungkinan besar perusahaan akan mudah goya dan
bangkrut. Managemen yang dipakai perusahaan bisanya untuk mengusun anggaran,
pengeluaran dan pemasukan, dan tentunya memanageman dalam pekerjaan
karyawannya, agar bekerja lebih teratur dan lebih efektif, tak heran gajih
untuk karyawan yang berada pada posisi managemen diperusahaan banyak yang
bergajih besar, dan terlihat keren saat berpenampilan.
Lalu apakah perusahaan yang
memiliki managemen benar-benar menjalankan managemannya hingga ke bawah, tunggu
dulu. Banyak perusahaan yang hanya menjalankan managemen yang semenstinya hanya
pada tingkatan- tinggakatan tertentu saja, seperti hanya tinggat direksi saja,
namun untuk tingkat bawah seperti perkebunan, babrik atau yang lainnya belum
tentu. Apa lagi perusahan itu beroprasi di pedalaman seperti Kalimantan. Banyak
perusahan yang tidak menjalankan manageman yang semestinya dan yang telah
diatur dalam undang-undang. Seperti undang-undang ketenagakerjaan terutama
terkait masalah gajih, pekejaan dan fasilitas yang seharusnya didapat
karyawannya.
Masih ada perusahaan yang
memberikan pekerjaan yang melebihi batas upah karyawannya dalam segi hasil
pekerjaan maupun waktu. Banyak karyawan yang memberikan pekerjaan pada
karyawannya melebihi jam yang telah ditetapkan undang-undang, namun tambahan
upah yang diberikan sangat kecil dan bahkan terbilang tidak sesuai dengan hasil
dan waktu kerjanya tanpa menanyakan apakah karyawan tersebut bersedia atau
tidak. ini seharusanya bisa menjadi sorotan pemerintah untuk memantau perusahaan
yang melakukan peraktik kerja paksa pada karyawannya dengan mengatasnamakan
loyalitas yang seharusnya sikap loyalitas itu tumbuh atas kesadaran karyawannya
bukan paksaan perusahaan atau menjadi keharusan bagi setiap karyawan.
Disini jelas ditekankan bagai
mana peran instansi terkait meperbaiki system dan managemen yang tak semestinya
digunakan dalam sebuah perusahaan dan bagai mana masing-masing instansi seperti
dinas-dinas terkait memberikan penjelasan yang detail kepada pekerja bagai mana
system managemen perusahaan yang sesuai undang-undang, apa bila system yang
dianggap saat ini tidak nyaman memang sudah sesuai dengan undang-undang maka
karyawan mau tidak mau harus menjalaninya dan tidak akan bertanya-tanya lagi
seperti apa managemen perusahaan yang telah ditetapkan oleh undang-undang itu,
semestinya juga dinas-dinas terkait hendaknya memberikan penyuluhan kepada
pekerja secara rutin miniman setahun sekali untuk mengdukasi pekerja agar tau apa
hak dan kewajibannya sebagai pekerja.
Selain itu dukungan media
masa dan organisasi terkait juga semestinya dapat mengjangkau daerah pedalam
yang sangat membutuhkan perlindungan informasi mengenai isu-isu dalam dunia
kerja seperti Koran, radio dan TV masih sangat minim untuk mengutip keluhan
pekerja-pekerja yang ada dipedalamaan.
Masalah-masalah ini akan
terus di rasakan oleh para pekerja yang tetntunya adalah asset terbesar Negara
yang menymbang devisa bagi Negara. Dari sisi pekerja juga sementinya harus
lebih berani dalam menyampaikan pendapat, banyak ruang yang bisa kita gunakan
dalam penyampaian informasi, pendapat, keluhan ataupun ketidak adilan yang
dirasakan. Baik memanfaatkan lembaga-lembaga suadaya masyarakat maupun
memanfaatkan teknologi yang sudah sangat umum digunakan seperti media social
seperti facebook dan twiter, bisa dengan menulis di blog seperti blooger.com
dan wordprees, bisa juga melalui website citizen journalism seperti
netcj.co.id, kompasiana.com dan BlogDetik atau bisa memanfaatkan website
keluhan masyarakat seperti lapor.go.id. sudah semestinya pekerja harus memulai
sendiri berjuang untuk dirinya sendiri dengan itu akan banyak yang akan datang
menambah amunisi dan bagi pekerja-pekerja yang berada di pedalaman.
Posting Komentar untuk "SAATNYA PEKERJA PEDALAMAN BANGKIT"